Kelenteng Hok An Kiong, Saksi Bisu Sejarah Tionghoa di Surabaya

Pendidikan

Di tengah hiruk-pikuk kota Surabaya, tersimpan sebuah bangunan bersejarah yang sarat makna: Kelenteng Hok An Kiong. Didirikan pada tahun 1820, kelenteng ini merupakan salah satu yang tertua di Surabaya dan menjadi saksi perjalanan panjang komunitas Tionghoa di Jawa Timur. Lokasinya yang strategis di kawasan Kembang Jepun menjadikannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pelestarian budaya dan tradisi leluhur.

Arsitektur Kelenteng Hok An Kiong memadukan gaya khas Tiongkok Selatan dengan sentuhan lokal. Atap melengkung, ukiran naga, serta warna merah dan emas yang mendominasi bangunan mencerminkan kejayaan spiritual dan estetika budaya Tionghoa. Di dalamnya, terdapat altar untuk Dewi Kwan Im, Thian Siang Seng Mu, serta dewa-dewi lain yang dipercaya memberikan berkah dan perlindungan. Setiap tahun, ribuan pengunjung datang untuk sembahyang, terutama saat perayaan Imlek dan Cap Go Meh, yang dirayakan dengan meriah dan penuh khidmat.

Yang menarik, kelenteng ini juga menjadi destinasi wisata religi dan edukasi. Banyak wisatawan lokal maupun mancanegara datang bukan hanya untuk berdoa, tetapi juga untuk mengenal lebih dekat akulturasi budaya Tionghoa-Jawa yang harmonis. Suasana tenang dan aroma dupa yang menenangkan membuat siapa pun merasa damai sesaat meninggalkan kesibukan kota.

Bagi Anda yang menikmati eksplorasi budaya sekaligus mencari hiburan modern setelahnya, kunjungan ke tempat bersejarah seperti ini bisa dipadukan dengan aktivitas seru lainnya. Misalnya, mencoba keberuntungan di platform game online terpercaya seperti Indobet—tempat di mana sensasi dan hiburan digital menyatu dalam satu klik.